0 notes &
Selamat Ulang Tahun
Sekotak kesabaran dan sebungkus harapan berpita
penantian. Kado untuk
adanya sebuah kita. —
0 notes &
Sekotak kesabaran dan sebungkus harapan berpita
penantian. Kado untuk
adanya sebuah kita. —
0 notes &
Setiap hari Jumat pagi alhamdulillah di kosanku sering diadakan pengajian. Acara tersebut merupakan salah satu kontribusi dari anak-anak D-IV. Acara pengajian tersebut biasanya berlangsung satu jam mulai jam 6-7 am. Acaranya pun ga monoton, kadang kami mentoring dengan teh Aah sebagai mentornya, kadang bedah buku, kadang masak bareng, kadang senam bareng, dan banyak rangkaian acara lainnya yang insidental. Sesibuk apapun kalau kita lapar pasti kita akan makan, dan rohani pun mempunyai hak untuk itu. Nah, mentoring inilah salah satunya. Semakin banyak kita berinteraksi dengan manusia, kita pun harus semakin banyak berinteraksi dengan Allah.
Beres mentoring ada jarkom kalau matkul instrumentasi praktek dimajukan jadi jam 8. Ada miskomunikasi antara PJ MK dengan dosen. Jadi hari itu banyak sekali yang datang terlambat. Praktikumnya menyenangkan. Kami belajar tentang mikroskop binokuler. Kami juga diajari bagaimana cara pemeliharaannya. Ternyata ada tissue khusus yaitu tissue lensa untuk membersihkannya. Masing-masing anak memiliki tissue tersebut di lab kit yang kami miliki. Awalnya aku mengira itu adalah sebuah note kecil. konyol. Kemudian dilanjutnya dengan praktik langsung mengamati serat kapas sebagai perkenalan terhadap mikroskop. Kami membuat preparat dengan kapas sebagai objeknya kemudian ditetesi dengan NaCl. Lensa Objektif yang digunakan adalah perbesaran 10x dan 40x. Ada dua lensa okuler, ini membutuhkan keahlian khusus untuk melihat objek karena apabila kita tidak terampil, maka akan ada dua fokus jadi terlihat seperti berbayang. Kemudian untuk mengatur jarak antara lensa dengan meja preparat bisa menggunakan makrometer dan memperhalus pergerakannya sekaligus memperjelas objek bisa menggunakan mikrometer. Bayangkan siapa dosennya? Pak Asep Dermawan (lagi). :D
Tapi untungnya aku bisa bersikap proaktif dengan melancarkan pertanyaan tentang materi yang aku belum menangkapnya. Bersyukur karena bisa menahan keanehanku untuk sementara waktu :D
Berakhir jam 10.00, jeda lama mata kuliah selanjutnya baru mulai jam 13.00. aku pun kembali ke kosan dengan niat akan mencuci pakaian yang sudah direndam dari tadi pagi. Ternyata rasa kantuk tak tertahan mematahkan semua rencana. Akhirnya aku pun terlelap. Jam setengah satu aku terbangun oleh sms dan kontan langsung mengambil air wudhu. Masih ada waktu 30 menit untuk lunch, aku pun bergegas mendatangi warung bu senyum.
Tepat jam 1, Miss. Ria datang ke kelas dan memberi materi tentang number (cardinal dan ordinal number). Tak lama kemudian menyusul pak Mardjito. Aku prefer ke pak Mardjito, soalnya yang aku tangkap miss. Ria seolah hanya punya satu telinga untuk satu suara. Dia terlalu menganak emaskan seseorang. Bukannya iri tapi aku hanya merasa jengah. Bersama pak mardjito kami diberi tugas untuk membuat paragraf Descriptive dan recount kemudian menceritakannya ulang. Ada yang retell bersama miss. Ria dan ada yang bersama Pak Mardjito. Semua anak kebagian menceritakan pengalamannya KECUALI AKU. Kenapa? Jangan-jangan ada masalah, apa karena ngobrol terus? apa karena aku mengambil fd dengan keluar dari tempat duduk tanpa minta izin? Yaa Allah… :(
Sorenya ada kumpul angkatan 27. Agenda acaranya adalah upgrading kepanitiaan untuk Malam Inaugurasi. Kebetulan aku menjabat sebagai biro kesekretariatan. Acara berlangsung sampai jam 5.
0 notes &
Pertama kalinya ikut KATALIS mendadak sentimental. KATALIS ini merupakan salah
satu program kerja dari Hima bidang
kerohanian 2011-2012. Kalau bicara tentang katalis mendadak ingat enzim
hahaha(?) *ketawanya ga manner* tapi
bukan… KATALIS ini maksudnya Kelompok Tahsin Analis. Kami ta’aruf dan tadarus bersama. Lumayan sambil ngabuburit. Tadi acaranya berjalan seru dengan teh Fitri sebagai narasumber/moderator/senior (emangnya diskusi? whatever lah). Di akhir acara kami berdiskusi masalah makhraj/
makharijul huruf dan saat itulah hati aku
mencelos (lebay). Ketika SD frekuensi aku
datang ke tajug atau langgar atau surau atau mushola atau apapun namanya bisa
dihitung oleh jari. Bukan karena aku tidak
mau belajar atau malas, tapi karena waktu
itu banyak pemuda tanggung yang hobi
iseng sama bocah ingusan, mengajak
pacaran lah, dan mungkin bisa diterka
sendiri bagaimana kelanjutannya. suasana
belajar di tajug jadi tidak kondusif. Aku takut dan yaa akhirnya mogok. Sebenarnya kalau dipikir lagi itu ga bisa jadi alasan yang kuat tapi namanya pemahaman anak SD, “ketika
berbeda kau akan merasa terasing” aku
yang merasa ga nyaman buat ikut hanyut ke dalam pusaran lantas mementalkan diri.
Aku belajar iqro, tajwid, do’a-do’a, surat-
surat pendek dan lain sebagainya di rumah. Bersama mamah. Aku digenjer habis-habisan, kadang saking kesalnya aku sampai nangis karena ambek nyedek tanaga midek hahaha. Tapi setiap aku mengeluh mamah selalu berkata, “Engke mah neng teh bakal ngahaturkeun nuhun diajar ku mamah teh, sok enggal diajar deui, sakedap deui da!” walaupun sambil terus-terusan menarik ingus dan memasang wajah paling menderita aku ga berani membantah.
Selama beberapa tahun seperti itu, sampai
akhirnya aku bisa menjadi aku yang
sekarang. Semua karena mamah. Mamah
yang sabar, mamah yang lembut tetapi
tegas, mamah yang cerewet hehehe (piece). Mamah is the best teacher ever.
Balik lagi ke mencelos, kenapa aku harus
merasa kek gitu sementara tanpa pergi ke
tajug pun, aku bisa belajar bareng mamah? Beda. Contohnya tadi ketika KATALIS ketikabelajar melafalkan makhraj teh Fitri mendemonstrasikan cara unik yang tidak aku pelajari dengan mamah, aku lupa seperti apa tapi tidak jauh beda dengan “a ba ta tsun ja ha khun…” semacam itu lah. Ketika yang lain lancar mengikutinya, aku samasekali ga masuk. Selain itu juga teman-teman SD-ku yang lain pinter “pupujian” sedangkan aku hanya hapal “Eling-Eling Umat” yang sering aku dengar dari tajug belakang rumah. Miris.
Tapi tapi tapi… bagaimana pun aku tetap
bersyukur, yang penting ilmunya aku dapat dan aku paham, tanpa mamah mungkin sekarang aku tersesat dalam ketidaktahuan dan rasa malu. Tanpa mamah mungkin aku menjadi cibiran orang-orang. Tapi karena mamah, aku bisa, karena mamah i am being me. :)
Sayang mamah, sayang banget. (˘⌣˘)ε˘`)
0 notes &
Padahal dua hari ke belakang sama sekali tidak kesibukan yang berarti tapi aku lupa review -_-
Ya, kuliah dimulai pukul 8 setelah ber-sumpah serapah ria karena listrik yang tidak tahu diri, on-off seenak jidatnya sementara aku sedang bergumul dengan laptop dan hape yang butuh charger.
Mama Ning dosen Instrumentasi Teori datang terlambat 10 menit. Belum lagi pemindahan + pemasangan OHP yang memakan waktu entah berapa menit. What a day!
Dari yang aku tangkap materi kuliah yang diberikan mama hari itu adalah tentang:
- Fungsi Patologi Klinik
- Macam-macam penentuan hasil laboratorium
- Dasar-dasar fotometri
- Sinar Mono/Polikromatis
- Electromagnetik Radiation Characteristic
- Sinar Visible
Alhamdulillah, hari itu instrumentasi bisa diajak kompromi. Suara mama terdengar lebih jelas, dan penyampaiannnya pun ga kek torpedo. Sebenarnya belajar dengan mama asik, hanya saja, suara, media, dan kebijakannya yang tidak bisa aku tolerir. Dalam menyampaikan materi mama Ning selalu menyisipkan pepatah mungkin karena berkaitan dengan usianya yang telah lanjut /plak
Dan satu rutinitas di semester pertama yang tak pernah mama lupa, mendadak tidak dilaksanakan pada pertemuan pertama di semester dua itu. Yaitu pembacaan do’a dipimpin oleh ketua kelas/bidang kerohanian yang maju ke depan kelas. :D
Mata kuliah kedua bakteriologi. masih dengan dosen yang sama, Pak Asep Dermawan. Heran, banyak banget mata kuliah yang dia pegang -_-
Materi yang disampaikan adalah tentang dasar-dasar mikrobiologi, morfologi dan struktur bakteri, dan pewarnaan bakteri. mantep banget dalam 1 jam tapi bapak bisa menyampaikan begitu banyak materi. Ancaman buat UTS dan UAS. -_-
Bapak ini menurut orang-orang lucu, tapi menurutku aneh. mungkin selera humorku yang aneh. Beliau sering sekali kepeleset lidah, istilah kerennya sih balelo, beliau juga sering berkata “Loh ko saya jadi bahas itu sih?” kemudian terkekeh diikuti tawa anak-anak yang lain. Aku sering mengutuki diri karena tidak bisa menangkap apa yang orang-orang anggap lucu. Menurutku semuanya terlihat sangat konyol.
Jam 1 - 4 harusnya mata kuliah biologi molekuler teori dan praktek, tapi karena dosennya berhalangan hadir, kami semua pulang lebih awal. Menyebalkan! Bukannya tidak senang mendapat libur tapi aku benci menambal mata kuliah dengan harus memadatkannya di hari lain dan mengganggu jadwal yang sudah aku susun.
Sorenya jam 5 aku ikut KATALIS, Kelompok Tahsin Analis. Ah, aku malas menceritakan ulang. Aku sudah menuliskannya di note facebook. Tapi mungkin nanti bisa aku copy dan posting dengan judul tersendiri.
Aku mengikuti acara ini adalah pertama memperberat timbangan kebaikan, kedua agar lebih mengenal orang-orang yang ada di jurusan (karena aku aktif di pusat, tak banyak yang aku kenal di kampus).
Malamnya tidak seperti biasa, aku hanya merenung, entah memikirkan apa. Aku sama sekali tidak galau ataupun memikirkan sesuatu. Yang aku rasa saat itu hanya pikiranku kosong dan aku hanya ingin tidur tapi tak juga bisa memejamkan mata. Mengerikan!
0 notes &
Bakteriologi mata kuliah baru yang penuh dengan hapalan. Pertemuan pertama diawali dengan penjelasan silabus dan pengenalan curicculum vitae dosen serta mata kuliah yang dipegangnya. Dosen ini sepertinya menerapkan sistem KTSP (kalau di SMA). Dia hanya menjelaskan apa yang kami tanyakan. Selama satu semester ke depan kami akan belajar bersama 4 dosen dikarenakan tuntutan profesionalitas yang menuntut jam ajar sekian persen pertemuan, bahasa kasarnya mereka ngejar sertifikasi alias dobelgaji.
Kemudian 1 jam kemudian diisi oleh kimia analitik, mata kuliah maupun dosennya sudah tidak asing lagi. Ini adalah lanjutan dari semester I. Pas semester I matkul inilah yang paling rendah nilai mutunya di Buku laporan hasil belajarku. Tidak asing kimia analitik langsung belajar ke inti, apa yang dimaksud dengan kimia analitik kualitatif dan kuantitatif, bagaimana cara melakukan analisis, dan lain sebagainya. Sepertinya dibandingkan matkul yang lain, semester 2 ini aku akan lebih mencintai kimal.
Selanjutnya kimia analitik praktek selama 3 jam. Tapi yang kami gunakan hanya dua jam untuk preparasi alat. Stiff kelompokku goyang, ketika minta ganti kami harus menunggu sampai pertemuan selanjutnya. Peralatan yang wajib ada semester ini adalah statif dan klem, gelas kimia berbagai macam ukuran, labu ukur, erlenmeyer, cawan pijar, penjepit dari logam, pipet, dan beberapa lainnya. apa yang kami pelajari? Semoga bisa dilalui dengan lancar amin.
Jeda dua jam kemudian mata kuliah bakteriologi praktek. Kami masuk ke lab. mikrobiologi dan disambut oleh asdos yang kemudian menjelaskan peraturan di lab, peralatan praktikum pribadi yang wajib dibawa oleh masing-masing orang, dan alat dan bahan yang akan kami praktikkan minggu depan. Menurut aturan, piket harus menghubungi teknisi lab 2 minggu sebelum hari H. Dan praktik ini akan lebih banyak menggunakan cara aseptik.
jam 2 kuliah beres. Catatan yang belum disalin menyambut. Kemudian jam 3 rapat internal kementrian POLEKSKAM yang membahas tentang dua proker besar kami yaitu Aksi Sehat Mahasiswa dan Ikatan Demisioner.
Rapat beres sekitar 30 menit sebelum adzan maghrib berkumandang. Selanjutnya aku menghabiskan waktu dengan chatting bareng si abang sambil menyalin catatan patofisiologi sampai jam 9. Jam 11 baru i got overslept.